Wahyu Tri Sangaji
 
Picture
Sejarah

Universitas Pendidikan Indonesia didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 di Bandung, diresmikan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran Mr. Muhammad Yamin. Semula bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), didirikan dengan latar belakang sejarah pertumbuhan bangsa, yang menyadari bahwa upaya mendidik dan mencerdaskan bangsa merupakan bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Beberapa alasan didirikannya PTPG antara lain: Pertama, setelah Indonesia mencapai kemerdekaannya, bangsa Indonesia sangat haus pendidikan. Kedua, perlunya disiapkan guru yang bermutu dan bertaraf universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang akan merintis terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

Gedung utama UPI bermula dari puing sebuah villa yang bernama Villa Isola, merupakan gedung bekas peninggalan masa sebelum Perang Dunia II. (Pada masa perjuangan melawan penjajah, gedung ini pernah dijadikan markas para pejuang kemerdekaan). Puing puing itu dibangun kembali dan kemudian menjelma menjadi sebuah gedung bernama Bumi Siliwangi yang megah dengan gaya arsitekturnya yang asli.

Di sinilah untuk pertama kalinya para pemuda mendapat gemblengan pendidikan guru pada tingkat universitas, sebagai realisasi Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia (Nomor 35742 tanggal 1 September 1954 tentang pendirian PTPG/Perguruan Tinggi Pendidikan Guru).

Pada mulanya PTPG dipimpin oleh seorang Dekan yang membawahi beberapa jurusan dan atau balai, yakni:

  • Ilmu Pendidikan
  • Ilmu Pendidikan Jasmani;
  • Bahasa dan Kesusastraan Indonesia;
  • Bahasa dan Kesusastraan Inggris;
  • Sejarah Budaya;
  • Pasti Alam;
  • Ekonomi dan Hukum Negara; dan
  • Balai Penelitian Pendidikan.
Sejalan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No. 40718/S pada waktu itu, yang menyatakan bahwa PTPG dapat berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi atau perguruan tinggi dalam universitas, maka seiring dengan berdirinya Universitas Padjadjaran (UNPAD), pada tanggal 25 November 1958 PTPG diintegrasikan menjadi fakultas utama Universitas Padjadjaran dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Untuk memantapkan sistem pengadaan tenaga guru dan tenaga kependidikan, berbagai kursus yang ada pada waktu itu, yaitu pendidikan guru B I dan B II, diintegrasikan ke dalam FKIP melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 1961. Selanjutnya FKIP berkembang menjadi FKIP A dan FKIP B. Pada saat yang sama, berdiri pula Institut Pendidikan Guru (IPG), yang mengakibatkan adanya dualisme dalam lembaga pendidikan guru. Untuk menghilangkan dualisme tersebut, pada tanggal 1 Mei 1963 dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1 tahun 1963, yang melebur FKIP dan IPG menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) sebagai satu satunya lembaga pendidikan guru tingkat universitas. FKIP A/FKIP B dan IPG yang ada di Bandung akhirnya menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung (IKIP Bandung).

IKIP Bandung saat itu telah memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni, Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta, dan Fakultas Keguruan Ilmu Teknik. Kebutuhan akan tenaga guru kian mendesak, demikian pula tumbuhnya hasrat untuk meningkatkan dan memeratakan kemampuan para guru. Hal ini mendorong IKIP Bandung membuka ekstension, antara tahun 1967 1970 IKIP Bandung membuka ekstension di hampir seluruh kabupaten di Jawa Barat.

Peranan IKIP Bandung di tingkat nasional semakin menonjol, setelah pemerintah menetapkan bahwa IKIP Bandung menjadi IKIP Pembina yang diserahi tugas membina beberapa IKIP di luar Pulau Jawa, yaitu IKIP Bandung Cabang Banda Aceh, Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Sesuai dengan kebijaksanaan Departemen P dan K, pada awal tahun 1970 an, secara bertahap ekstension tersebut ditutup dan cabang cabang IKIP di daerah menjadi fakultas di lingkungan universitas di daerah masing masing. Untuk meningkatkan mutu tenaga pengajar, pada tahun 1970 IKIP Bandung membuka program Pos Doktoral melalui pembentukan Lembaga Pendidikan Pos Doktoral (LPPD) PPS yang mengelola Program S2 dan S3. Pada tahun 1976 LPPD diubah namanya menjadi Sekolah Pasca Sarjana, pada tahun 1981 berubah menjadi Fakultas Pasca Sarjana dan tahun 1991 menjadi Program Pascasarjana (PPS).

Penataan program pendidikan tinggi yang dilakukan oleh pemerintah dengan menerapkan multiprogram dan multistrata, ditindaklanjuti IKIP Bandung dengan membuka Program Diploma Kependidikan. Untuk meningkatkan kualifikasi guru SD menjadi lulusan D II, tahun ajaran 1990/ 1991, diselenggarakan Program D II Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selain diselenggarakan di Kampus Bumi Siliwangi program ini juga diselenggarakan di Unit Pelaksana Program (UPP) pada beberapa sekolah eks SPG yang diintregarasikan ke IKIP. Guna meningkatkan kualifikasi Guru Taman Kanak-kanak atau play group pada tahun 1996/1997 IKIP Bandung membuka Program D II PGTK.

Seiring dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi yang memberikan perluasan mandat bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang harus mampu mengikuti tuntutan perubahan serta mengantisipasi segala kemungkinan dimasa datang , IKIP Bandung diubah menjadi Universitas Pendidikan Indonesia melalui Keputusan Presiden RI No. 124 tahun 1999 tertanggal 7 Oktober 1999. Untuk memperluas jangkauan dalam mendukung pembangunan nasional, UPI harus mampu berdiri sendiri dan berkiprah. Kebulatan tekad ini menumbuhkan keyakinan akan kemampuan yang telah dimilikinya. Tekad ini memberi keyakinan kepada pemerintah bahwa UPI telah dapat bediri sendiri dan dapat diberikan tanggung jawab yang lebih besar. Dengan kepercayaan ini, melalui Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2004. UPI diberi otonomi dan menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN)

Pengembangan dan peningkatan UPI tidak saja berorientasi pada bidang akademik, tetapi juga dalam berbagai bidang, termasuk pemantapan konsep dan rencana pembangunannya. Melalui bantuan Islamic Development Bank (IDB) tengah merancang dan menata pembangunan gedung kampus yang megah, modern dan representatif sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Bermodalkan kemampuan yang dimiliki Universitas Pendidikan Indonesia bertekad menjadikan lembaga pendidikan ini terdepan dan menjadi Universitas Pelopor dan Unggul (a Leading and Outstanding University).

 

Fasilitas

1.     Pusat Pembelajaran

UPI memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung komitmennya sebagai universitas pelopor dan unggul. Di antara yang dapat disebutkan di sini adalah sebagai berikut:

1)      Ruang Kuliah berjumlah 123 kelas yang dipergunakan mulai pukul 07.00 17.00. Di samping ruang kuliah juga terdapat sekitar 70 ruang laboratorium yang tersebar di enam fakultas dan Sekolah Pascasarjana yang ada di UPI.

2)      Perpustakaan dengan koleksi 69802 judul buku atau sekitar 143.836 eksemplar dengan waktu layanan mulai pukul 08.00 17.00 kecuali hari Sabtu hanya sampai dengan pukul 12.30.

3)      Micro teaching, yang berfungsi sebagai sarana :

·         Pengembangan dan Pembinaan pribadi praktikan sebagai calon guru/pendidik..

·         Pengembangan dan Pembinaan kemampuan dan/atau keterampilan profesional kependidikan para praktikan dalam persekolahan.

·         Untuk mempersiapkan praktikan sebelum mengikuti Program Latihan Profesi (PLP).

4)      Balai Bahasa dengan Laboratorium Bahasa, dilengkapi dengan sarana elektronik dan hasil hasil rekamannya, menyediakan fasilitas untuk belajar Bahasa Asing khususnya untuk sivitas akademika UPI terutama bagi tenaga tenaga edukatif yang akan melanjutkan studinya ke luar negeri. Begitu pula bagi tenaga administrasi/mahasiswa asing yang ingin belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa asing.

5)      Unit Pelaksana Teknis Bimbingan dan Konseling, memberikan layanan bagi mahasiswa yang kesulitan belajar, ingin mengetahui bakat, minat dsb.

2.     Teknologi Informasi

1)      Upinet

2)      Fasilitas pada Pusat Komputer (PUSKOM) untuk mendukung layanan baik administrasi akademik maupun administrasi umum. Layanan Administrasi Akademik di UPI sudah hampir seluruhnya computerized.

3)      Fasilitas pada Pusat Pendidikan Komputer (PENDILKOM) yang melayani kegiatan belajar komputer khususnya bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah Pengetahuan komputer, umumnya bagi civitas akademika yang memerlukannya

3.     Sarana Umum

1)      Mesjid Al-Furqan yang megah yang senantiasa menghidupkan kampus dengan berbagai kegiatan keagamaan dan saat ini sedang merancang untuk pembentukan Pusat Studi Islam (Cental For Islamic Studies)

2)      Training Center Universita Pendidikan Indonesia dengan nama Isola Resort dengan fasilitas Hotel dan Meeting Service yang terletak di kampus UPI.

3)      Poliklinik yang senantiasa memberikan layanan kesehatan umum dan kesehatan gigi bagi segenap sivitas akademika.

4)      BNI'46 yang senantiasa siap membantu sivitas akademika khususnya dalam melayani mahasiswa yang akan membayar SPP. BNI '46 umumnya melayani berbagai keperluan seperti tabungan dan kegiatan perbankan lainnya.

5)      Kantin/kafetaria yang tersebar hampir di semua fakultas menyediakan jajanan murah, bervariasi.

6)      Kendaraan dinas berupa kendaraan operasional kijang, minibus, elf, sedan, dan bis. Terutama kendaraan bis yang dapat digunakan mahasiswa untuk kepentingan kuliah lapangan yang dilaksanakan di luar kampus atau kegiatan kemahasiswaan lainnya.

7)      Wartel dengan faksimili dan layanan telegram di kampus UPI siap melayani sivitas akademika.

8)      Balai Pertemuan dengan kapasitas 2.000 orang selalu padat dipakai kegiatan penalaran, kesenian dan kreativitas oleh mahasiswa dan dapat dipergunakan untuk kepentingan umum.

4.     Olahraga dan Seni

1)      Sarana olahraga berupa gedung olahraga, lapangan sepak bola, lapangan bola voli, lapangan bulu tangkis, lapangan bola basket, lapangan soft ball, lapangan tenis, kolam renang dan sebagainya, merupakan tempat mengembangkan bakat para mahasiswa.

2)      KABUMI grup kesenian Keluarga Besar Bumi Siliwangi yang menampung mahasiswa, dosen, karyawan ataupun alumni UPI yang tertarik pada seni. Grup ini telah berkali kali mengadakan pentas di mancanegara (Inggris, Perancis, Jerman,Yugoslavia, Belgia, Malaysia , Amerika dan pada bulan September 2009 akan mengadakan pementasan Internasional dalam rangka International Folklore Performance di Afrika Selatan.

3)      Teater Terbuka untuk pentas berbagai kreasi seni para mahasiswa, kegiatan keolahragaan dll..

 

 

 

 

 

 

Organisasi Kemahasiswaan

Sebagai sarana untuk mewadahi kegiatan berorganisasi, UPI menyediakan organisasi mahasiswa sebagai berikut:

  • Di Tingkat Universitas disebut Presiden KM UPI dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM/MPM), yang bertugas mengkoordinasikan seluruh kegiatan mahasiswa untuk semua fakultas.
  • Disamping itu di tingkat Universitas juga ada Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM), yaitu unit yang menghimpun mahasiswa dari berbagai fakultas yang mewakili perhatian pada bidang yang sama. Unit kegiatan mahasiswa ini meliputi kegiatan olah raga kegiatan kesenian dan kegiatan khusus Menwa, Pramuka, Pencinta Alam dan sebagainya.
  • Di tingkat Fakultas ada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Senat Mahasiswa (SM). BPM adalah lembaga legislatif mahasiswa sedangakan Senat Mahasiswa fakultas adalah lembaga eksekutif mahasiswa di tingkat Fakultas.
  • Di tingkat Jurusan ada Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). HMJ adalah pembantu SM dalam melaksanakan tugasnyaFakultas

UPI memiliki 6 (enam) Fakultas dan Sekolah Pascasarjana (SPs)

  1. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP):
    1. Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
    2. Administrasi Pendidikan
    3. Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
    4. Psikologi
    5. Pendidikan Luar Sekolah
    6. Pendidikan Luar Biasa
    7. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD
  2. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) :
    1. Kependidikan :
      1. Pendidikan Pancasila dan Kewargaan Negara
      2. Pendidikan Sejarah
      3. Pendidikan Geografi
      4. Pendidikan Ekonomi:
        • Program Pendidikan Akuntansi
        • Program Pendidikan Tata Niaga
        • Program Pendidikan Administrasi Perkantoran
        • Program Pendidikan Ekonomi Koperasi
    2. Non-Kependidikan :
      1. Program Manajemen
      2. Program Akuntansi
      3. Program Manajemen Resor dan Lesur
      4. Program Manajemen Pemasaran Pariwisata
      5. Program Manajemen Industri Katering
    3. Mata Kuliah Dasar Umum
  3. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS):
    1. Kependidikan :
      1. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
      2. Pendidikan Bahasa Daerah
      3. Pendidikan Bahasa Inggris
      4. Pendidikan Bahasa Asing
        • Program Pendidikan Bahasa Jerman
        • Program Pendidikan Bahasa Arab
        • Program Pendidikan Bahasa Jepang
        • Program Pendidikan Bahasa Perancis
      5. Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan
      6. Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik
    2. Non-Kependidikan :
      1. Bahasa dan Sastra Inggris
      2. Bahasa dan Sastra Indonesia
  4. Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA):
    1. Kependidikan :
      1. Pendidikan Matematika
      2. Pendidikan Fisika
      3. Pendidikan Biologi
      4. Pendidikan Kimia
      5. Pendidikan Ilmu Komputer
    2. Non-Kependidikan :
      1. Matematika
      2. Fisika
      3. Biologi
      4. Kimia
      5. Ilmu Komputer
  5. Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK):
    1. Pendidikan Teknik Sipil
    2. Pendidikan Teknik Arsitektur
    3. Pendidikan Teknik Elektro
      1. Program Studi Elektronika Komunikasi
      2. Program Studi Listrik Tenaga
      3. Program Studi Elektronika Industri
    4. Pendidikan Teknik Mesin
      1. Program Studi Teknik Pendingin
      2. Program Studi Teknik Otomotif
      3. Program Studi Mesin Industri
      4. Program Studi Mesin Konstruksi
    5. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga:
      1. Program Studi Tatabusana
      2. Program Studi Tataboga
  6. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK):
    1. Kependidikan :
      1. Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
      2. Pendidikan Kepelatihan
      3. Pendidikan Olahraga
    2. Non-Kependidikan :
      1. Ilmu Keolahragaan
Status Akreditasi

·         Berdasarkan hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan SK nomor 2000-025 dan SK nomor 2000-032 pada tahun 2000, serta SK nomor 2002-061 tahun 2002, sebelas Program Studi S2 telah diakreditasi dan mendapatkan status akreditasi A (Unggulan).

·         Kesebelas program studi tersebut adalah: Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Penyuluhan, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Bahasa, Pendidikan IPA, Pendidikan IPS, Pengembangan Kurikulum, Pendidikan Umum, Pendidikan Olahraga, dan Pendidikan Matematika.

·         Pada tahun 2002, berdasarkan SK nomor 2002-001, delapan Program Studi S3 telah diakreditasi dan mendapatkan status akreditasi A untuk Program Studi Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Penyuluhan, Pendidikan Bahasa, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Umum, dan Pengembangan

Kurikulum. Sedangkan satu Program Studi S3 yakni Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial memperoleh status akreditasi B.

Sekolah Pascasarjana

Sejarah

Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan salah satu SPs tertua di Indonesia dengan komitmen yang kuat terhadap mutu. Sejarahnya bermula pada tahun 1968 dengan dibukanya Lembaga Pendidikan Post Doktoral (LPPD) yang kemudian berubah menjadi Sekolah Pasca Sarjana (1977-1982), Fakultas Pascasarjana (1983-1990), Program Pascasarjana (1991-2005), dan tahun 2006 kembali menjadi Sekolah Pascasarjana. SPs UPI menyelenggarakan Program Magister Pendidikan dan Non-Pendidikan (S2) serta Program Doktor Pendidikan (S3).

Sepanjang perjalanannya, SPs UPI dipimpin oleh:

  1. Prof. Dr. Sikun Pribadi, M.A. (1968-1981)
  2. Prof. Dr. Achmad Sanusi, S.H., M.PA. (1982-1992)
  3. Prof. Dr. Moh. Djawad Dahlan (1993-1996)
  4. Prof. Dr. Abdul Azis Wahab, M.A. (1996-2003)
  5. Prof. Dr. Asmawi Zainul, M.Ed. (2003-2007)
  6. Prof. Furqon, Ph.D. (2007-sekarang)
Pimpinan SPs UPI Sekarang

Direktur:

Prof. Furqon, Ph.D.

Asisten Direktur I:

Prof. Dr. Djam’an Satori, M.A.

Asisten Direktur II:

Prof. Dr. Nuryani Rustaman, M.Pd.

Struktur Organisasi

SPs UPI memiliki organisasi dengan susunan sebagai berikut:

  1. Direktur
  2. Asisten Direktur I (Bidang Adm. Akademik, Kemahasiswaan & Alumni)
  3. Asisten Direktur II (Bidang Administrasi Umum dan Keuangan)
  4. Pimpinan (Ketua dan Sekretaris) Program Studi
  5. Dosen
  6. Web Master
  7. Tata Usaha yang terdiri atas:
·         Kepala Sub Bagian Tata Usaha

·         Koordinator Administrasi Akademik, Kemahasiswaan & Alumni.

·         Koordinator Administrasi Umum dan Kepegawaian.

·         Koordinator Keuangan

·         Koordinator Perlengkapan dan Kebersihan

Sistem Penyelenggaraan

Proses pendidikan di SPs UPI diarahkan untuk membangkitkan kemandirian mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas akademik dan mencari sumber belajar sehingga mahasiswa mendapatkan manfaat yang optimal dari proses belajarnya. Seluruh proses pendidikan dirancang sebagai serangkaian pengalaman belajar yang berkelanjutan disertai pengendalian mutu sejak mahasiswa direkrut melalui seleksi, mengikuti kegiatan perkuliahan dan bimbingan, hingga lulus.

Rektruitmen Calon Mahasiswa

Untuk dapat diterima sebagai mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3), calon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.

  1. Berijazah Sarjana (S1) Negeri atau PTS yang terakreditasi dengan Indeks Prestasi ≥ 2,50 untuk Program Magister (S2); dan Berijazah Magister/Master (S2) Negeri atau PTS terakreditasi dengan Indeks Prestasi ≥ 3,00 untuk Program Doktor (S3). Ijazah dari perguruan tinggi di luar negeri harus diakreditasi oleh Depdiknas.
  2. Lulus seleksi masuk yang didasarkan atas:
Skor tes Bakat Skolastik dan Bahasa Inggris; Daftar riwayat hidup disertai pas photo ukuran 3 x 4; Satu judul karya ilmiah terbaik yang pernah dihasilkan dalam lima tahun terakhir. (Harus dilampirkan ringkasannya ± 3 halaman ditik 2 spasi dalam kertas ukuran kwarto); Rencana penelitian untuk disertasi, dijelaskan secara singkat permasalahan dan signifikansinya (Ditik 2 spasi dalam kertas ukuran kwarto ± 3 halaman), khusus untuk Program Doktor (S3); Wawancara: Program Magister (S2) untuk Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Jepang, Pendidikan Bahasa Perancis dan Pendidikan Seni; Program Doktor (S3) untuk semua program studi.

Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Terdiri atas 2 (dua) Strata, yaitu:

1.      Strata 2(S2)

1)      Administrasi Pendidikan

2)      Bimbingan dan Konseling

3)      Pendidikan Luar Sekolah

4)      Pengembangan Kurikulum

5)      Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

6)      Pendidikan IPA

7)      Pendidikan Matematika

8)      Pendidikan Bahasa Indonesia

9)      Pendidikan Umum / Pendidikan Nilai

10)  Pendidikan Olahraga

11)  Pendidikan Bahasa Inggris

12)  Pendidikan Bahasa Jepang

13)  Pendidikan Bahasa Perancis

14)  Linguistik

15)  Pendidikan Kebutuhan Khusus

16)  Pendidikan Seni

17)  Pendidikan Kewarganegaraan

18)  Pendidikan Teknologi Kejuruan

19)  Magister Manajemen Bisnis

20)  Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda

2.      Strata 3 (S3)

1)      Administrasi Pendidikan

2)      Bimbingan dan Konseling

3)      Pendidikan Luar Sekolah

4)      Pengembangan Kurikulum

5)      Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

6)      Pendidikan IPA

7)      Pendidikan Matematika

8)      Pendidikan Bahasa Indonesia

9)      Pendidikan Umum / Pendidikan Nilai

10)  Pendidikan Olahraga

11)  Pendidikan Bahasa Inggris

Bidang Kemahasiswaan

Unit Kegiatan Mahasiswa

1.      Keagamaan:

·         KALAM UPI, UKDM, UPTQ, BAQI

·         PKBI (Pengembangan Khazanah Budaya Islam)

·         PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen)

2.      Olah Raga:

·         Atletik

·         Karate, Judo, Perisai Diri, Pencak Silat, Boxer, Taekwondo, Gulat, Tinju, Anggar.

·         Sepak Bola, Bola Voli, Softball, Bola Basket, Hoki, Sepak Takraw

·         Tenis Meja, Tenis Lapangan, Bulu Tangkis

·         Dayung, Panahan, Catur, renang

3.      Seni Budaya:

·         Paduan Suara

·         Vokal Group

·         Tari

·         Lakon Teater

·         UFM (Unit Film Mahasiswa)

·         Kabumi

·         Unit Fotografi Mahasiswa

Lainnya:

Isola Pos



Isola Pos (biasa disebut: Isola) adalah
surat kabar mahasiswa dwibulanan yang diterbitkan Unit Pers Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPM UPI). Pada awal masa penerbitan hingga tahun 2006, Isola Pos menggunakan moto atau slogan yang sama dengan yang digunakan oleh IKIP Bandung, yaitu "Ilmiah, Edukatif, Religius".

Edisi pertama (Edisi Perkenalan) Isola Pos terbit pada bulan Agustus tahun 1991 dengan sistem cetak offset. Pada halaman mukanya Isola Pos mengedepankan headline bertajuk "SMPT" (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi). Walaupun rubrikasi Isola mencakup tema liputan yang cukup luas (pendidikan, politik, gerakan mahasiswa, sastra, bahasa, seni, budaya, dan lainnya), Isola juga sempat dikenal sebagai tabloid politik [1]. Hal ini dikarenakan para pengelola Isola Pos dan UPM UPI (sebagai lembaga penerbit Isola Pos) secara langsung maupun tidak kerap terlibat dalam aktivitas gerakan mahasiswa di Bandung pada masa Orde Baru pimpinan Soeharto.Meski disebut sebagai surat kabar (yang sering diasosiasikan dengan format kertas surat kabar (koran) berukuran setengah plano), Isola Pos memiliki format kertas khusus dengan ukuran 24cm x 32cm (edisi perdana Isola berukuran 28cm x 41cm).

Seiring dengan berjalannya waktu, format Isola Pos pon berganti menjadi majalah yang berukuran 21cm x 27,5cm. Hal tersebut menegaskan bahwa Isola Pos selalu peka terhadap perkembangan jaman tanpa meninggalkan esensi dan cita-cita yang diusungnya.Selain itu, di ranah dunia maya, Isola Pos hadir dengan alamat http://isolapos.com dengan nama Isola Pos Online. Keberadaan Iso Pos Online menjadi jawaban atas kebutuhan informasi yang bisa diakses dari mana saja dan cepat. Unit pers mahasiswa (UPM UPI) adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam bidang penalaran tingkat universitas pada Universitas Pendidikan Indonesia.

KOMPOR

KOMPOR (Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika) adalah Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat universitas di Universitas Pendidikan Indonesia yang bergerak di bidang teknologi robotika. KOMPOR yang pertama kali didirikan pada 30 April 2003 ini baru diresmikan pada 2 Februari 2008 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UPI [2]. Meskipun dibentuk dan didominasi oleh mahasiswa-mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), KOMPOR memiliki kebijakan keanggotaan terbuka (mahasiswa non-FPTK).

  • REMA (Republik Mahasiswa)
  • HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)
  • UKSK (Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan)
  • Pramuka
  • Menwa (Resimen Mahasiswa)
  • Mahacita (Mahasiswa Pencinta Alam)
  • KSR - PMI
  • Kopma (Koperasi Mahasiswa)
  • UPI Computer Club (UPI-CC)
 

 


Comments




Leave a Reply